KAPITEL 1
"Kau jangan mempermalukan keluarga ini, kau jangan jadi wanita rendahan seperti wanita-wanita diluar sana!" bentak Samantha -ibuku- sembari melemparkan sebuah garpu lilin dengan lilin yang masih menyala ke kaca jendela rumah. Aku menatap kesal ke arah Samantha, aku berlari ke arah kamarku yang berada di lantai dua rumah ini. Aku membanting pintu kamar lalu mengemasi semua barangku. Malamnya, aku diam-diam melarikan diri dari rumah ini. Walaupun nyaris ketahuan oleh asisten wanita yang sedang diperintahkan Samantha, pada akhirnya aku bisa keluar dari rumah ini. Aku berjalan ke arah mobil butut Mercedes-Bens yang terparkir di luar gerbang rumahku. Aku masuk ke dalam mobil itu dan menyimpan tas kotak kain milikku di bagasi mobil butut itu. "Halo nona manis, jadi mau kemana kita malam ini?" tanya lelaki itu sambil menyodorkan telapak tangannya ke arahku. "Mungkin kota sebelah cukup nyaman bagiku." Aku menyamankan dudukku sambil menepuk telapak tangan yang dis...